Fakta dan Opini
FAKTA DAN OPINI
Oleh : Husein Al Fataah
A. Pengertian
Fakta
Fakta
adalah hal atau keadaan peristiwa yang merupakan kenyataan sesuatu yang
benar-benar terjadi. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) (Depdiknas,
2008:386). Dalam bahasa Indonesia, fakta adalah pernyataan yang tak
terbantahkan kebenarannya. Pernyataan itu berupa kalimat yang ditulis
berdasarkan kenyataan, peristiwa, atau keadaan yang benar-benar terjadi secara
objektif. Objektif berarti dapat ditangkap oleh indra dan mengandung kepastian[1]. Fakta adalah hal
(peristiwa atau keadaan) yang merupakan kenyataan atau sesuatu yang benar ada
atau terjadi[2]
B. Pengertian
Opini
Opini
Publik Menurut Arifin (2010:5) opini publik terdiri dari kata yakni opini dan
publik.Opini berasal dari opinion di bahasa Inggris yang mempunyai pendapat.
Kata publik dalam bahasa Inggris adalah public yang apabila dibahasakan ke
bahasa Indonesia memiliki beberapa pengertian. Jika dirangkaikan dengan yakni
publik opinion maka kata tersebut berarti pendapat umum atau opini publik[3].
Tulisan
opini menuntut perhatian pada hubungan logis. Hal ini menunjukkan bahwa susunan
tulisan seperti itu sedikit lebih rumit dari pada bentuk-bentuk lain yang
diperbincangkan. Opini adalah pandangan atas suatu peristiwa, pikiran atau
pandangan yang terjadi dalam kehidupan masyrakat (Dalman, 2013: 61). Opini
adalah pernyataan atau pemikiran yang berisi pendapat. Opini juga merupakan
hasil anggapan, pemikiran, atau perkiraan orang, baik secara individu maupun
kelompok. Namun, opini bukan sesuatu yang mangada-ada atau khayal. Sumber opini
adalah fakta, hasil pemikiran itu sangat dipengaruhi unsur pribadi yang sangat
subjektif[4].
C. Perbedaan
Fakta dan Opini
Dalam
KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Depdiknas, (2008:386) fakta adalah hal atau
keadaan peristiwa yang merupakan kenyataan sesuatu yang benar-benar terjadi,
sedangkan opini adalah pendapat, pikiran, peristiwa. Di samping itu,
(Hassanuddin, 2003) dalam Ensiklopedi Sastra Indonesia juga mengatakan fakta
adalah peristiwa yang benar-benar ada yang harus diterima sebagai kenyataan
karena semuanya itu benar-benar dijumpai dalam kehidupan nyata. Sedangkan opini
merupakan pendapat seseorang.[5]
Perbedaan
antara Fakta dan Opini menurut Darmawati (2010, hlm.81) adalah Fakta suatu hal
atau kejadian yang merupakan sebuah kenyataan atau sesuatu yang benar-benar
terjadi. Fakta memiliki bentuk yang jelas seperti foto, gambar, tabel,
statistic, peristiwa dan grafik. Sedangkan opini merupakan suatu pemikiran,
anggapan, argument, perkiraan, buah pikiran dan memiliki bentuk berupa kritik,
saran, nasihan, dan harapan[6].
Fakta
adalah hal atau peristiwa yang benar –benar
ada atau terjadi
dan bisa dibuktikan kebenarannya. Informasi
juga dapat disebut dengan
fakta apabila informasi itu
merupakan peristiwa yang berupa
kenyataan yang benar –benar
ada dan terjadi.Opini merupakan suatu
pemikiran, perkiraan, atau tanggapan
tentang sesuatu hal. Opini
adalah pendapat seseorang tentang suatu yang belum tentu
kebenarannya. Informasi disebut
opini karena informasi tersebut
masih berupa pendapat, pikiran,
tanggapan, pandangan, dan pendirian
seseorang. Opini merupakan persatuan(sintesis) pendapat –pendapat yang sedikit
banyak orang baik
setuju maupun tidak setuju[7].
D. Contoh
Kalimat Fakta
1. Sudah
dua kali terjadi kenaikan harga beras selama era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf
Kala. Yang pertama terjadi pada tahun 2015 dan awal 2018. Kedua peristiwa
tersebut diatasi dengan cara operasi pasar dengan beras impor.
2. Terhitung
sejak dibentuk pada 2004, sudah ribuan kasus korupsi diungkap KPK. Hingga Mei
2008, ada 1.047 kasus korupsi yang diselidiki.
3. Sebelumya,
pembangunan jalur Bandar Tinggi-Kuala Tanjung sempat terhenti pada 2016
dikarenakan kendala teknis lapangan. Namun, setelah masalah teknis
terselesaikan, pembangunan kembali dilanjutkan[8].
E. Contoh
Kalimat Opini
1. Disisi
lain, Mendag menilai beras impor diperlukan untuk berjaga-jaga andai produksi
petani didalam negeri tahun ini meleset dari target.
2. Pakar
hukum dari UIN Syarif Hidayahtullah, mengatakan banyak pelaku rasuah yang
terjerat KPK dengan melibatkan keluarga pejabat.
3. Buwas
menganggap beras impor tidak diperlukan karena stok beras didalam negeri
mencukupi[9].
[1] Sulami Sibua and Fariana Iskandar,
“KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI FAKTA DAN OPINI DALAM TEKS SURAT KABAR MELALUI
KEGIATAN MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KOTA TERNATE,” EDUKASI
14, no. 1 (November 3, 2016), accessed November 23, 2021,
http://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/edu/article/view/179.
[2] N. F. N. Sakila, “PEMBELAJARAN MEMBEDAKAN
FAKTA DAN OPINI IKLAN SURAT KABAR BAGI SISWA SMP,” Mlangun: Jurnal Ilmiah
Kebahasaan dan Kesastraan 15, no. 2 (November 9, 2019): 191–210.
[3] Ilham Albar Pane et al., “Peran Netizen
Dalam Membentuk Opini Publik (Studi Kasus Pada Siswa SMKN 4 Bekasi)” (n.d.): 7.
[4] Sibua and Iskandar, “KEMAMPUAN
MENGIDENTIFIKASI FAKTA DAN OPINI DALAM TEKS SURAT KABAR MELALUI KEGIATAN
MEMBACA INTENSIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KOTA TERNATE.”
[5] Rina Sartika, Emidar Emidar, and Ermawati
Arief, “Kemampuan Membedakan Kalimat Fakta Dan Opini Melalui Kegiatan Membaca
Intensif Siswa Kelas X SMK-SMAK Padang,” Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia 1, no. 2 (2013): 201–208.
[6] Sakila, “PEMBELAJARAN MEMBEDAKAN FAKTA
DAN OPINI IKLAN SURAT KABAR BAGI SISWA SMP.”
[7] Desni Yuliet, “Implementasi Metode Tanya
Jawab Dalam Meningkatkan Kemampuan Membedakan Antara Fakta Dan Opini Dalam Teks
Iklan,” Jurnal Daya Saing 3, no. 3 (October 15, 2017): 295–301.
[8] Ammi Setyawati, “PROGRAM STUDI PENDIDIKAN
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2018” (n.d.): 14.
[9] Ibid.
Comments
Post a Comment