Media dan Masyarakat

 

Media dan Masyarakat

Makalah Media dan Kritik Sosial

 


 


Oleh :

Husein Al-Fataah          (B95219101)

 

 

 

Dosen Pengampu :

Abu Amar Bustomi, M.Si

 

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA

2021



KATA PENGANTAR

          Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang tidak pernah berhenti memberikan segala nikmat serta karunia kepada penulis. Shalawat serta salam juga semoga senantiasa selalu terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW yang telah menuntut kita dari masa kegelapan kepada zaman yang cerah saat ini. Hanya dengan rahmat-Nya yang berlimpahlah penulis mampu menyelesaikan makalah guna memenuhi tugas yang diambil dari beberapa sumber oleh penulis.

            Apabila terdapat banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini mohon dimaklumi. Kritik dan saran yang diberikan akan senantiasa diterima dan dilaksanakan dengan baik oleh sang penulis agar dapat melakukan penulisan makalah yang lebih baik lagi. Demikianlah pengantar dalam makalah ini, penulis ucapkan terima kasih.




BAB I

LATAR BELAKANG

A.  Pendahuluan

Dalam perkembangan tekonologi pada abad ke-21, komunikasi massa menjadi suatu hal yang sangat vital dan dibutuhkan oleh masyarakat. Komunikasi massa menjadi salah satu pemicur perubahan yang tidak dapat lagi dihalangi oleh siapapun. Pengaruh komunikasi massa yang diberikan kepada umat manusia tidak hanya terbatas pada satu aspek saja, melainkan banyak aspek yang mengalami perubahan yang disebabkan oleh komunikasi massa[1]. Media massa memiliki banyak keunggulan yaitu dapat menyampaikan sebuah informasi atau pesan dengan sangat cepat dan serentak kepada masyarakat yang bertempat tinggal secara terpisah dan bertempat tinggal sangat jauh[2].

Dalam hal komunikasi massa tentunya memerlukan perantara atau penghubung yang disebut sebagai media. Hal ini sebagaimana yang pernah dikatakan McLuhan Bersama dengan Quentin Fiore, “media setiap zamannya menjadi esensi masyarakat” ini membuktikan bahwa saat ini masyarakat dan media menjadi suatu hal yang saling mengikat dan tidak bias dipisahkan satu sama lain, walaupun media massa tidak hanya memberikan efek positif tetapi juga bisa memberikan efek negatif[3].

Media massa memiliki beberapa jenis yaitu, media cetak, media online, dan media elektronik. Dalam media cetak, terdapat koran, majalah, buku. Lalu media online meliputi website atau media social, sedangkan media elektronik memiliki macam seperti televisi, radio dan televisi. Ketiga jenis media tersebut memiliki strategi masing-masing yang digunakan untuk menarik perhatian di masyarakat, namun media social saat ini menjadi media massa yang memiliki banyak peminat[4].

Terdapat pula undang-undang yang menjelaskan tentang fungsi media massa, yang terdapat pada UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, fungsi dari media massa adalah untuk memberikan informasi, melakukan edukasi, menyajikan hiburan, serta melakukan kontrol social dalam mengawasi perilaku yang dilakukan di ranah publik dan menjadi pengawas penguasa. Media massa yang memberikan pengaruh kepada individua tau masyarakat dapat dikatakan berhasil menjadi sebuah media massa yang berperan sebagai agent of change (Marhaeni, 2004)[5].

Media tidak hanya dapat mempengaruhi apa yang seseorang telah ketahui melainkan juga mempengaruhi bagaimana seseorang belajar tentang dunianya dan berinteraksi satu sama lain. Pengaruh media massa meliputi tiga aspek; Pertama, aspek kognitif, yang artinya dari tidak tahu menjadi tahu. Contohnya seseorang yang berada di dalam rumah tidak akan mengetahui sesuatu peristiwa yang terjadi di luar, namun dengan adanya media massa seseorang menjadi tahu peristiwa yang sedang atau telah terjadi di luar rumah, luar daerah, bahkan luar negeri. Seperti gempa di Lombok yang terjadi beberapa bulan yang lalu, seseorang yang berada di Bandung tidak akan tahu mengenai gempa di Lombok jika tidak disiarkan melalui media massa, melalui media massa, seseorang memperoleh informasi tentang benda, orang atau tempat yang belum pernah dikunjungi secara langsung. Kedua, aspek afektif yang berarti dari tidak suka menjadi suka. Pada aspek ini juga dapat meningkatkan atau menurunkan dukungan moral. Contoh dari efek afektif ini seperti iklan peralatan make up yang ada di televisi ataupun internet, seorang wanita yang awalnya tidak menyukai riasan akan tergoda dengan iklan yang ditayangkan di televisi dan internet karena melihat aktrisnya yang cantik, dan gaya bahasa yang digunakan sehingga ada hasrat ingin membeli dan memakainya agar dapat terlihat cantik seperti aktris produk ersebut. Ketiga, aspek konatif yaitu merubah sikap dan perilaku. media massa sangat berperan dalam perkembangan bahkan perubahan tingkah laku suatu masyarakat, oleh karena itu kedudukan media massa sangat penting.

Perubahan sikap dan perilaku ini seperti anak-anak yang menyukai film Upin dan Ipin, dengan menonton dan mendalami karakter Upin dan Ipin yang sopan, ceria dan rajin beribadah, maka secara tidak langsung hal tersebut mengajarkan pada anak untuk berperilaku seperti itu. Melalui tayangan Upin dan Ipin beberapa anak pun rajin beribadah. Selain merubah sikap menjadi lebih baik, media massa juga merubah budaya suatu masyarakat seperti yang telah dijelaskan sebelumnya dalam peran media massa[6].


 

B.    Rumusan Masalah

1.      Apa definisi media dan masyarakat?

2.      Bagaimana peran dan posisi media di dalam masyarakat?

C.   Tujuan

1.      Mengetahui definisi media dan masyarakat

2.      Mengetahui peran dan posisi media di dalam masyarakat


 

BAB II

ISI

  Pengertian Media Massa

Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Istilah “massa”mengacu pada kolektivitas tanpa bentuk, yang komponennya sulit dibedakan satu sama lain (McQuail, 1994: 31). Menurut kamus bahasa Inggris ringkas memberikan definisi “massa” sebagai suatu kumpulam orang banyak yang tidak mengenal keberadaan individualitas”. Jika khalayak tersebar tanpa diketahui dimana mereka berada, maka biasanya digunakan media massa. Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber ke penerima dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Adapun karakteristik media massa menurut Hafied Cangara (1998: 134- 135) adalah:

1. Bersifat melembaga, artinya pihak yang mengelola media terdiri dari banyak orang, yakni mulai dari pengumpulan, pengelolaan sampai pada penyajian informasi.

2. Bersifat satu arah, artinya komunikasi yang dilakukan kurang memungkinkan terjadinya dialog antara pengirim dan penerima. Kalau toh terjadi reaksi atau umpan balik, biasanya memerlukan waktu dan tertunda.

3. Meluas dan serempak, artinya dapat mengatasi rintangan waktu dan jarak, karena ia memiliki kecepatan bergerak secara luas dan simultan, dimana informasi yang disampaikan diterima oleh banyak orang pada saat yang sama.

4. Memakai peralatan teknis atau mekanis, seperti radio, televisi, film dan semacamnya.

5. Bersifat terbuka, artinya pesannya dapat diterima oleh siapa saja dan dimana saja tanpa mengenal usia, jenis kelamin, dan suku bangsa. Jadi, media massa adalah industri dan teknologi komunikasi yang mencakup surat kabar, majalah, radio, televisi dan film. Istilah ‘massa’ mengacu pada kemampuan teknologi komunikasi untuk mengirimkan pesan melalu ruang dan waktu dan menjangkau banyak orang[7].

 


 

B.              Pengertian Masyarakat

          Definisi Masyarakat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti “sejumlah manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yg mereka anggap sama” sedangkan menurut Paul B Horton dan C. Hunt masyarakat merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok / kumpulan manusia tersebut. Masyarakat (yang diterjemahkan dari istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau sebaliknya, dimana kebanyakan interaksi adalah antara individu-individu yang terdapat dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" berakar dari bahasa Arab, musyarakah.

Arti yang lebih luasnya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah kelompok atau komunitas yang interdependen atau individu yang saling bergantung antara yang satu dengan lainnya. Pada umumnya sebutan masyarakat dipakai untuk mengacu sekelompok individu yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.

Syaikh Taqyuddin An-Nabhani seorang pakar sosiologi menjabarkan tentang definisi masyarakat, "sekelompok manusia bisa disebut sebagai suatu masyarakat apabila mempunyai pemikiran, perasaan, serta sistem atau aturan yang sama". Dengan kesamaan itu, manusia lalu berhubungan saling berinteraksi antara sesama mereka berdasarkan kepentingan bersama. Masyarakat sering dikelompokkan berdasarkan cara utamanya dalam mencari penghasilan atau kebutuhan hidup. Beberapa ahli ilmu sosial mengelompokkan masyarakat sebagai: masyarakat pastoral nomadis, masyarakat pemburu, masyarakat bercocoktanam, dan masyarakat agrikultural intensif disebut juga sebagai masyarakat peradaban[8].

 

C.              Media Massa dan Masyarakat

            Posisi media menjadi penting seiring dengan hadirnya banyak media di tengah masyarakat. Kehadiran media tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Kondisi dari setiap media dewasa ini, terutama setelah hadirnya media sosial sangat memperluas cakupan komunikasi manusia. Untuk lebih jelasnya tentang posisi media, berikut penjelasannya. Pertama, Media Cetak. Koran, sekian tahun lalu keberadaan koran dianggap segera berakhir. Jika dapat bertahan setelah adanya televisi, koran dinilai tidak akan banyak berpengaruh lagi. Pandangan ini memiliki alasan, karena banyak koran di kota-kota besar terpaksa gulung tikar. Namun sejak 1970-an, koran terbukti mampu bertahan, meskipun prosesnya memang tidak mudah. Sekalipun sebagian koran terbesar gagal bertahan, koran-koran yang mampu menyajikan pelayanan baru, khususnya di daerah pinggir kota berhasil menyelamatkan diri. Majalah, sama halnya dengan koran, majalah juga harus berusaha keras menyesuaikan diri dengan kondisi-kondisi baru. Majalah yang mampu bertahan umumnya adalah yang bersifat khusus, misalnya majalah khusus wisata, olahraga, hobi perahu layar, penggemar acara televisi atau berita-berita ilmiah. Kedua, Media Siran.

Radio semakin terdesak oleh televisi, namun masih memiliki banyak penggemar. Kecendrungannya adalah jangkauan siaran radio semakin sempit sehingga yang paling mampu bertahan adalah radio-radio yang hanya melayani suatu wilayah kecil saja. Tantangannya tidak kalah dari yang dihadapi oleh koran dan majalah, namun radio terbantu oleh penemuan transistor yang membuatnya jauh lebih ringkas. Selain radio, media siaran juga terdiri dari televisi.

Televisi merupakan media baru setelah hadirnya radio. Masyarakat lebih menikmati acara yang disiarkan oleh televisi dibandingkan media lainnya sebab dengan televisi, masyarakat dapat melihat dan mendengar perstiwa yang disampaikan. Berdasarkan dua jenis media massa tersebut setiap media memiliki sejarah dan karakteristik yang berbeda sehingga baik media cetak ataupun siaran sangat dibutuhkan sebagai sarana komunikasi massa. Perkembangan media massa tentu saja mengalami pasang surut, namun para pengelola media tidak tinggal diam ketika media yang dikelola mengalami penurunan peminat, karena semakin berkembanganya suatu teknologi dan kemampuan manusia dalam menciptakan inovasi untuk berkomunikasi, kini selain media cetak dan media siaran, produk media massa pun berkembang pada media online.

Sejak awal khalayak media adalah masyarakat luas secara keseluruhan, bukan hanya kalangan tertentu. Pengelola media di Indonesia hingga kini masih terus mengembangkan kemampuannya dalam upaya menghadapi dunia baru dan menyediakan program-program unggulan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta dapat bersaing satu sama lain. Di samping media massa, media sosial yang merupakan salah satu jenis media online juga turut hadir dalam kehidupan masyarakat. Media sosial lebih dominan sebagai sarana interaksi dan penyalur informasi. Dewasa ini, media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat sebagai berikut; (1) WhatsApp (WA) sebagai sarana interaksi dengan anggota yang nomor WAnya telah diketahui terlebih dahulu dan dapat melihat story (tulisan, foto, video) apabila nomor kedua orang yang melakukan interaksi telah disimpan pada kontak HP. (2) Facebook (FB) merupakan media komunikasi yang cakupannya lebih luas dari WA, dan anggotanya dapat dicari sesuai dengan nama FB. Melalui FB seseorang dapat menulis sesuatu yang panjang atau pendek yang disebut status, upload foto dan video. (3) Instagram (IG), media ini mirip dengan FB yang memiliki cakupan luas dan anggotanya dapat dicari sesuai dengan nama IGnya.

Pengguna IG lebih sering mengupload foto atau video beserta caption dibanding dengan hanya mengupload tulisan dikarenakan kapasitasnya yang terbatas. Berbeda dengan WA, melalui FB dan IG pengguna dapat mengintip beranda atau status seseorang tanpa harus menambah ataupun mengonfirmasi pertemanan terlebih dahulu namun berbeda halnya apabila ada beberapa pengguna IG sengaja mengunci berandanya sehingga orang yang tidak.

Kebutuhan setiap masyarakat pada berbagai media berbeda-beda sehingga media memiliki posisi yang berbeda pula di kalangan masyarakat. Media cetak menjadi media yang penting dikalangan orang dewasa khususnya bapak-bapak. Media cetak yang masih bertahan hingga saat ini adalah koran sedangkan majalah sudah tidak lagi terlihat. Begitu pentingnya koran bahkan beberapa dari kalangan tersebut sengaja berlangganan koran untuk mendapatkan informasi dan berita hangat. Halaman yang sering diincar oleh pembaca koran adalah halaman yang membahas politik, ekonomi, olahraga dan kolom lowongan pekerjaan. Bagi masyarakat yang menyukai berbagai hal berkaitan dengan politik akan memfokuskan diri untuk membaca koran dengan subjudul politik. Begitupun dengan subjudul lainnya. Sama halnya dengan informasi lowongan pekerjaan, iklan lowongan pekerjaan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan tetap[9].

.

D.              Peran Media Dalam Masyarakat

Media massa merupakan sarana komunikasi massa yang berperan sebagai komunikator serta agen of change yakni pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi khalayak melalui pesan berupa informasi, hiburan, pendidikan maupun pesan-pesan lainnya dan dapat dijangkau masyarakat secara luas. Dewasa ini, di era globalisasi yang semakin cepat, peran media massa dalam kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat dihindari lagi. Mengingat bahwa posisi media massa dalam kehidupan masyarakat begitu penting maka kesuksesan media massa dalam menjalankan perannya sebagai komunikator dapat dilihat dari semakin berkembangnya media massa, bertahannya media massa hingga saat ini, dan semakin bertambahnya stasiun, perusahaan hingga website dan program yang disuguhkan oleh pengelola media cetak dan media elektronik. Media massa tidak akan bertahan hingga saat ini apabila tidak ada masyarakat yang menggunakan atau memanfaatkannya dalam kehidupan, karena bagaimanapun media massa tergantung pada banyaknya pemirsa. Apabila dilihat secara menyeluruh, menurut McQuail terdapat 6 (enam) perspektif dalam melihat peran media massa dalam kehidupan sosial terutama dalam masyarakat modern, antara lain :

1. Melihat media massa sebagai window on event and experience. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yang sedang terjadi di luar sana, atau media merupakan sarana informasi untuk mengetahui berbagai peristiwa.

2. Media sering dianggap sebagai a mirror of event in socity and the world, implying a faithful reflection. Cermin berbagai peristiwa yang ada di masyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya, karenanya para pengelola media sering merasa tidak bersalah jika media penuh dengan kekerasan, konflik, pornografi dan berbagai keburukan lain.

3. Memandang media massa sebagai filter, atau gatekeeper yang menyeleksi berbagai hal untuk diberi perhatian atau tidak. Televisi senantiasa memilih isu, informasi atau bentuk content yang lain berdasarkan standar para pengelolanya.

 4. Media massa sering dipandang sebagai guide, penunjuk jalan atau interpreter, yang menerjemahkan dan menunjukkan arah atas berbagai ketidakpastian, atau alternatif yang beragam.

5. Melihat media massa sebagai forum untuk mempresentasikan berbagai informasi dan ide-ide kepada khalayak, sehingga memungkinkan tejadinya tanggapan dan umpan balik.

 6. Media massa sebagai interlocutor, yang tidak hanya sekedar tempat berlalu lalangnya informasi, tetapi juga partner komunikasi yang memungkinkan terjadinya komunikasi interaktif.124 Tidak jauh berbeda dengan peran media massa itu sendiri, perspektif dalam melihat peran media menurut McQuail di atas pada dasarnya ingin menunjukan bahwa peran media dalam kehidupan sosial bukan hanya sebagai sarana hiburan atau pelepas ketegangan, melainkan isi dan informasi yang disajikan mempunyai peran yang signifikan dalam proses sosial.

Peran yang signifikan ini seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa media massa berperan mempengaruhi masyarakat melalui beberapa konten, salah satunya adalah pendidikan. Dalam konten pendidikan, media massa mencoba memberikan pencerahan, mencerdaskan dan meluaskan wawasan pendengar, penonton dan pembacanya. Misalnya dalam konteks politik, media massa memberikan pendidikan politik, menyadarkan khalayak akan hak dan kewajiban sebagai warga Negara, dan juga bisa lebih mengenal pemimpin atau calon presiden dan calon wakil presiden melalui debat yang disiarkan. Isi siaran media massa merupakan konsumsi otak bagi masyarakat, sehingga apa yang ada di media massa akan mempengaruhi realitas subjektif pelaku interaksi sosial, dikarenakan media adalah mata manusia untuk melihat dunia.

Hal ini menunjukan peran aktif media dalam menyajikan informasi kepada khalayak, penyajiannya dengan menggunakan teori agenda setting, di mana teori agenda setting menurut Maxwell McCombs dan Donal Shaw adalah “mass media have the ability to transfer the salience of items on their news agendas to the public agenda. We judge as important what the media judge as important” (media massa memiliki kemampuan memindahkan hal-hal penting dari agenda berita mereka menjadi agenda publik. Kita menilai penting apa saja yang dinilai penting oleh media).

Gambaran tentang realitas yang dibentuk oleh isi media massa inilah yang kemudian akan mendasari respon dan sikap khalayak terhadap berbagai objek sosial. Kesalahan dalam proses pemberitaan akan membuat audience menerima pesan yang tidak lengkap, sehingga menimbulkan gambaran yang salah pula terhadap objek sosial, oleh karenanya media massa dituntut menyampaikan informasi secara akurat dan berkualitas. Peran media massa juga tidak bisa terlepas dari fungsi media massa itu sendiri. Ketika menjalankan perannya, media massa harus memperhatikan dan mengingat fungsinya. Berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, media massa berfungsi untuk menginformasikan, mendidik, menghibur, dan pengawasan sosial (social control)-pengawas perilaku publik dan penguasa[10]


 

BAB III

Kesimpulan

 

Media memiliki posisi yang penting dalam kehidupan masyarakat. Setiap jenis media memiliki khalayak yang setia. Media yang dominan membahas berita sering dimanfaatkan oleh orang dewasa. Media yang lebih dominan membahas informasi dan hiburan memiliki posisi yang penting dikalangan ibu-ibu, remaja serta anak-anak.

Media online memiliki khalayak yang netral dari kalangan dewasa hingga anak-anak. Peran media dalam kehidupan sehari-hari yakni sebagai komunikator serta agen of change dan sarana interaksi. Media memiliki peran yang sangat penting sehingga posisi media masapun menjadi penting dalam masyarakat.

Sebagai bentuk dari pentingnya media dapat dilihat dari pengaruh yang dirasakan oleh khalayak, mulai dari aspek kognitif, afektif, hingga konatif dari media massa dan dampak positif negative dari media sosial. Walaupun posisi dan peran media sangat penting akan tetapi masyarakat juga harus berhati-hati dengan media mengingat bahwa sifat media yang begitu fleksibel. Nilai negatif atas peranan media di Indonesia bisa saja terjadi baik dari media massa ataupun media sosial, sehingga perlu adanya perhatian dari setiap pihak, baik dari pengelola media hingga masyarakat itu sendiri. Keikutsertaan beberapa pihak dalam memperhatikan media diharapkan dapat menyaring hal-hal negatif yang mungkin dapat terjadi


 

DAFTAR PUSTAKA

Fathanudien, Suwari Akhmaddhian & Anthon. “Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Kuningan Sebagai Kabupaten Konservasi (Studi Di Kabupaten Kuningan).” UNIFIKASI : Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 1 (March 6, 2015). Accessed September 21, 2021. https://journal.uniku.ac.id/index.php/unifikasi/article/view/26.

Khatimah, Husnul. “POSISI DAN PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT.” TASÂMUH 16, no. 1 (December 1, 2018): 119–138.

Nur, Emilsyah. “PERAN MEDIA MASSA DALAM MENGHADAPI SERBUAN MEDIA ONLINE.” Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa 2, no. 1 (2021). Accessed September 12, 2021. https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/mkm/article/view/4198.

Thaha, Hamdani. “MEDIA MASSA DAN MASYARAKAT.” AL TAJDID 1, no. 1 (2009). Accessed September 12, 2021. https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/tajdid/article/view/570.

 



[1] Hamdani Thaha, “MEDIA MASSA DAN MASYARAKAT,” AL TAJDID 1, no. 1 (2009), accessed September 12, 2021, https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/tajdid/article/view/570.

[2] Ibid.

[3] Husnul Khatimah, “POSISI DAN PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT,” TASÂMUH 16, no. 1 (December 1, 2018): 119–138.

[4] Ibid.

[5] Emilsyah Nur, “PERAN MEDIA MASSA DALAM MENGHADAPI SERBUAN MEDIA ONLINE,” Majalah Semi Ilmiah Populer Komunikasi Massa 2, no. 1 (2021), accessed September 12, 2021, https://jurnal.kominfo.go.id/index.php/mkm/article/view/4198.

[6] Ibid.

[7] Thaha, “MEDIA MASSA DAN MASYARAKAT.”

[8] Suwari Akhmaddhian & Anthon Fathanudien, “Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Kuningan Sebagai Kabupaten Konservasi (Studi Di Kabupaten Kuningan),” UNIFIKASI : Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 1 (March 6, 2015), accessed September 21, 2021, https://journal.uniku.ac.id/index.php/unifikasi/article/view/26.

[9] Khatimah, “POSISI DAN PERAN MEDIA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT.”

[10] Ibid.



Comments

Popular posts from this blog